Alasan Belanda Menjajah Nusantara-Bagian I

Latar Belakang

 

Cengkeh dalam bahasa Inggris disebut cloves. Merupakan tanaman asliIndonesia yang banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di negara-negara Eropa. Cengkeh dapat digunakan sebagai bumbu, baik dalam bentuknya yang utuh atau sebagai bubuk. Bumbu ini digunakan di Eropa dan Asia. Cengkeh digunakan pula sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia. Selain itu, cengkeh juga digunakan sebagai bahan dupa di Republik Rakyat Cina dan Jepang. Minyak cengkeh digunakan untuk aromaterapi dan juga bahan pengobatan sakit gigi.

 

Minyak esensial dari cengkeh mempunyai fungsi anestetik dan antimikrobial. Minyak cengkeh sering digunakan untuk menghilangkan bau nafas dan untuk menghilangkan sakit gigi. Zat yang terkandung dalam cengkeh yang bernamaeugenol, yang sering digunakan dokter gigi untuk menenangkan syaraf gigi. Minyak cengkeh juga digunakan dalam campuran tradisional chōjiyu (1% minyak cengkeh dalam minyak mineral; “chōji” berarti cengkeh; “yu” berarti minyak) yang digunakan bangsa Jepang untuk merawat permukaan pedang mereka.

 

Di masa lalu, cengkeh ditanam terutama di Indonesia (Kepulauan Banda) dan Madagaskar. Cengkeh juga tumbuh subur di Zanzibar, India, dan Sri Lanka. Saking terkenalnya cengkeh Indonesia di seluruh dunia, Provinsi Maluku Utara menggunakan cengkeh sebagai flora identitas daerahnya.

Lada atau merica merupakan rempah-rempah yang diperoleh dari bijinya. Lada sangat penting dalam komponen masakan. Pada masa lampau harganya sangat tinggi sehingga memicu penjelajah asal Eropa berkelana untuk memonopoli lada dan mengawali sejarah kolonisasi Afrika, Asia, dan Amerika. Di Indonesia, lada terutama dihasilkan di Pulau Bangka, Sumatera Selatan dan Lampung.

 

 

Sedangkan Pala merupakan komoditas rempah-rempah yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Tanaman Pala sendiri berupa pohon, dimana buah dan biji Pala dikeringkan lalu diperdagangkan. Komoditi ini menjadi penting sejak masa Romawi karena tingginya nilai Pala sebagai rempah-rempah. Pala disebut dalam ensiklopedia karya Plinius “Si Tua”. Semenjak zaman eksplorasi Eropa, Pala tersebar luas di daerah tropika lain seperti Mauritius dan Karibia.

 

Biji Pala mengandung minyak atsiri 7%-14%. Bubuk Pala dipakai sebagai penyedap untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran, dan minuman penyegar (seperti eggnog). Minyak biji Pala juga dipakai sebagai campuran parfum dan sabun.

 

 

Kayu Manis merupakan sejenis pepohonan dimana kulit kayunya memiliki aroma yang khas. Ia termasuk rempah-rempah yang memiliki aroma kuat, manis, dan pedas. Penggunaan kayu manis sebagai bumbu makanan yang dibakar, berasa manis, ditemani dengan anggur panas, sebagaimana kebiasaan makan kalangan aristokrat Eropa di masa lalu.


Kayu Manis adalah salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Bumbu ini telah digunakan di Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu, dan disebutkan beberapa kali di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: